Jumat, April 03, 2009

PENGKODEAN

Sistem Pengkodean
By johan08390100043

Karakter-karakter data yang akan dikirim dari satu titik ke titik lain, tidak dapatdikirimkan secara langsung. Sebelum dikirim, karakter-karakter data tersebut harus dikodekan terlebih dahulu dengan kode-kode yang dikenal oleh setiap terminal.
Tujuan dari sebuah pengkodean adalah menjadikan tiap karakter dalam sebuah informasi digital yaitu ke dalam bentuk biner untuk dapat ditransmisikan.

Kode-kode yang sering digunakan pada beberapa sistem komunikasi data dan dikenal oleh berbagai terminal diantaranya adalah Kode Tujuh Bit (ASCII) dan kode ABCDIC.

Kode Tujuh Bit (ASCII)
Kode tujuh bit yang dikenal dengan nama International Alphabet No 5 dari International Standard Organisation (ISO). Di Indonesia lebih di kenal dengan nama kode ASCII (American Standard Code for Information Exchange). Kode ASCII seperi yang terlihat pada tabel 1 dibawah ini menyediakan 128 kombinasi. Dari 128 kombinasi tersebut, 22 kode diantaranya digunakan untuk fungsi-fungsi kendali seperti kendali piranti, kendali format, pemisah informasi dan kendali pengiriman.
Kode ini merupakan kode alphanumeric yang paling populer dalam teknik komunikasi data. Kode ini menggunakan tujuh bit untuk operasinya sedangkan bit ke delapan dapat ditambahkan untuk posisi pengecekan bit secara even atau odd parity.

Kendali Format
Kendali format (format control) merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk mengendalikan format pengaturan posisi print head atau kursor sesuai dengan keinginan. Ada enam karakter yang digunakan untuk melakukan kendali format yaitu :
• BS (Back Space).
Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor satu posisi ke belakang.
• HOT (Horisontal Tabulation).
Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau memindahkan kursor ke depan menuju tab berikutnya atau menghentikan posisi.
• LF (Line Feed).
Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju posisi karakter yang sesuai pada baris berikutnya.
• VT (Vertical Tabulation).
Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju rangkaian baris berikutnya.
• FF (Form Feed).
Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju posisi awal halaman, form atau layar berikutnya.
• CR (Carriage Return).
Menunjukkan gerakan mekanisme penulisan atau menampilkan kursor menuju pada posisi awal di baris yang sama.

Kendali Pengiriman
Kendali pengiriman ini digunakan untuk mengemas pesan ke dalam format yang dikenal dan untuk mengontrol aliran data dalam jaringan. Kendali pengiriman ini digunakan dalam protokol-protokol yang berorientasi karakter. Protokol yang berorientasi karakter, menggunakan karakter-karakter khusus untuk membedakan segmen-segmen bingkai informasi yang berbeda-beda pada saat pengiriman. Pada protokol ini, semua pesan dikirim dalam sederetannya byte.
Beberapa karakter yang digunakan untuk kendali pengiriman antara lain adalah
  • STX (Start of Text)
  • ETX (End of Text)
  • EOT (End of Transmision)
  • ENQ (Enquiry)
  • ACK (Acknowledgement)
  • NAK (Negative Acknowledgement)
  • SYN (Synchronous /IDLE)
  • ETB (End of Transmission Block)

Menunjukkan bagian awal teks dan bagian akhir heading
Menunjukkan bagian akhir teks yang dimulai dengan karakter STX
Menunjukkan selesainya transmisi dan kemungkinan mencakup atau teks lebih berikut dengan headingnya
Menunjukkan permintaan tanggapan dari station yang berjauhan
Menunjukkan respon persetujuan kepada pengirim. Karakter ini dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon positif pada pengirim
Dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon negatif kepada pengirim
Digunakan oleh sistem transmisi sinkron untuk mempercepat proses sinkronisasi
Menunjukkan bagian akhir block data untuk keperluan komunikasi

Kendali Piranti
Kendali piranti (Device Control) merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk mengendalikan piranti seperti mengendalikan operasi fisik dari setiap terminal. Contoh implementasinya adalah seperti menghidupkan atau mematikan tombol penggerak.
Karakter-karakter yang dipakai untuk mengendalikan piranti-piranti tersebut antara lain adalah DC1, DC2, DC3 dan DC4. DC1 dan DC3 biasanya dipakai untuk mengendalikan aliran data dari terminal tak sinkron. DC1 untuk menghidupkan aliran dan DC3 untuk mematikan aliran data.

Pemisah Informasi
Pemisah informasi (Information Separator) digunakan untuk memisahkan informasi yang dikirim sehingga memudahkan perekaman dan penyimpanan data.
Dari daftar kode ASCII pada tabel 1, terdapat empat karakter yang dikategorikan sebagai pemisah informasi. Keempat karakter tersebut adalah :
• US (Unit Separator)
• RS (Record Separator)
• GS (Group Separator)
• FS (File Separator)
Sumber: http://rijalfadilah.files.wordpress.com/2008/04/pertemuan_5_kd.pdf
Kode 8 bit (Kode EBCDIC)
EBCDIC singkatan dari Extended Binary Coded Decimal Interchange Code terdiri dari kombinasi 8 bit yang memungkinkan untuk mewakili karakter sebanyak 256 kombinasi karakter.

Pada kode 8 bit (EBCDIC) ini, high order bits atau 4-bit pertama disebut dengan zone bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bits. Kode-kode EBCDIC ini banyak digunakan oleh komputer-komputer IBM.
Kode 5 bit (Kode BOUDOT)
Kode BOUDOT terdiri atas 5 bit yang dipergunakan pada terminal teletype dan teleprinter. Karena kode ini terdiri atas 5 bit, maka hanya terdiri atas 25 atau 32 kombinasi dengan kode huruf dan gambar yang berbeda.
Jika kode ini dikirm menggunakan trasnmisi serial tak sinkron, maka untuk pulsa stop bit-nya pada umumnya memiliki lebar 1,5 bit. Hal ini berbeda dengan kode ASCII yang menggunakan 1 atau 2 bit untuk pulsa stop bit-nya.

Encoding dan Decoding
Encoding, merupakan proses pengkonversian suatu sumber data analog maupun digital menjadi sinyal digital. Bentuk sinyal yang dihasilkan nantinya bergantung kepada teknik encoding dan media transmisi yang digunakan.
Sinyal yang paling banyak dikenal adalah sinyal audio yang berbentuk gelombang bunyi dan dapat didengar oleh manusia. Sinyal ini biasa disebut dengan speech. Sinyal yang dihasilkan dari speech tersebut memiliki komponen frekuensi antara 20 Hz sampai 20 kHz. Tetapi sebagian spektrum energinya terkonsentrasi pada frekuensi rendah. Untuk menjadikan sinyal digital, maka sumber analog di encoding terlebih dahulu menjadi sinyal digital. Data digital atau analog akan melewati suatu alat yang disebut dengan encoder yang digunakan untuk melakukan encoding sehingga menghasilkan sinyal digital. Sinyal digital tersebut digunakan dalam kegiatan transmisi data. Sedangkan untuk menuju kepada penerima akan diubah kembali pada sinyal asli baik analog maupun digital. Untuk itu digunakan alat yang disebut dengan nama decoder dan proses perubahan sinyal yang dinamakan decoding.
Sumber: Rijal Fadilah S.Si – www.rijalfadilah.net
http://rijalfadilah.files.wordpress.com/2008/04/pertemuan_6_kd.pdf



Missa Lamsani
Data Encoding / Pengkodean Data
Dalam menyalurkan data baik antar komputer yang sama pembuatannya maupun dengan computer yang lain pembuatannya, data tersebut harus dimengerti oleh pihak pengirim maupun penerima. Untuk mencapai hal itu, data harus diubah bentuknya dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk komunikasi data.

Coding :
Penggambaran dari satu set simbol menjadi set simbol yang lain.

Sistem sandi yang umum dipakai :
a. ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
Paling banyak digunakan. Merupakan sandi 7 bit Terdapat 128 macam simbol yang dapat
diberi sandi ini Untuk transmisi asinkron terdiri dari 10 atau 11 bit yaitu : 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas, 1 atau 2 bit akhir.
b. Sandi Baudot Code (CCITT Alfabet No. 2 /
Telex Code
Terdiri dari 5 bit
Terdapat 32 macam simbol
Digunakan 2 sandi khusus sehingga semua
abjad dan angka dapat diberi sandi yaitu :
- LETTERS (11111)
- FIGURES (11011)
Tiap karakter terdiri dari : 1 bit awal, 5 bit
data dan 1,42 bit akhir
c. Sandi 4 atau 8
Sandi dari IBM dengan kombinasi yang
diperbolehkan adalah 4 buah “1” dan 4 buah
“0”
Terdapat 70 karakter yang dapat diberi
sandi
Transmisi asinkron membutuhkan bit, yaitu :
1 bit awal, 8 bit data dan 1 bit akhir.
d. BCD (Binary Coded Decimal)
Sandi 6 bit
Terdapat 64 kombinasi sandi
Transmisi asinkron membutuhkan 9 bit, yaitu
: 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit
akhir.
e. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal
Interchange Code)
Sandi 8 bit untuk 256 karakter
Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit,
yaitu : 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan
1 bit akhir.

Pengelompokkan karakter
Pada komunikasi data informasi yang
dipertukarkan terdiri dari 2 grup (baik ASCII
maupun EBCDIC), yaitu :
a. karakter data
b. karakter kendali
digunakan untuk mengendalikan transmisi data,
bentuk (format data), hubungan naluri data dan
fungsi fisik terminal.

Karakter Kendali dibedakan atas :
a. Transmisi Control
Mengendalikan data pada saluran, terdiri atas :
SOH : Start Of Header
Digunakan sebagai karakter pertama yang menunjukkan bahwa karakteer berikutnya
adalah header
STX : Start of Text
Digunakan untuk mengakhiri header dan menunjukkan awal dari informasi / text
ETX : End of Text
Digunakan untuk mengakhiri text
EOT : End Of Transmision
Untuk menyatakan bahwa transmisi dari text baik satu atau lebih telah berakhir
ENQ : Enquiry
Untuk meminta agar remote station tanggapan
ACK : Acknowledge
Untuk memberikan tanggapan positif ke pengirim dari penerima
NAK : Negatif Akcnowkedge
Merupakan tanggapan negatif dari penerima ke pengirim
SYN : Synchronous
Digunakan untuk transmisi sinkron dalam menjaga atau memperoleh sinkronisasi
antar peralatan terminal
ETB : End of Transmision Block
Digunakan untuk menyatakan akhir dari blok data yang ditransmisikan, bila data dipecah menjadi beberapa blok
DLE : Data Link Escape
Mengubah arti Karakter berikutnya, Digunakan untuk lebih mengendalikan
transmisi data.
Catatan : Header dapat berisi informasi tentang
terminal, misalnya alamat, prioritas, tanggal.
Tidak semua sistem menggunakan ETX sehingga dalam text harus ada informasi yang digunakan untuk merangkai berita.

http://missa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6925/Komdat3.pdf.

Tidak ada komentar: